Sebanyak 18 item atau buku ditemukan

MODUL AJAR EKONOMI POLITIK

Pada abad ke 21 ini, siapa pun dosen atau tenaga pendidik yang akan menulis modul ajar di perguruan tinggi, pasti akan mengalami ketidak percayaan diri. Ada semacam keraguan dan kegelisahan ketika mencoba untuk memilih dan memasukkan imajinasi pemikirannya yang sekiranya layak dapat diterima dan dapat dipahami oleh para mahasiswanya yang mengambil mata kuliahnya tentang masalah-masalah pembangunan yang semakin komplek. Apalagi dengan tema pembangunan ekonomi politik sebagai isu strategis baru di dunia. Karena itu, penulis sadar bahwa belajar modul tentang pembangunan ekonomi politik akan berbeda maknanya dengan praktek-praktek pembangunan ekonomi politik di dunia nyata. Sehingga pada akhirnya, penulis hanya mampu menulis apa yang bisa di tulis sebagai wujud dari rasa memungkinkan apa yang diinginkan oleh masyarakat akademis di era digital sebagai model pendidikan revolusi industry 4.0 atau revolusi industry 5.0 yang menuntut adanya perubahan pencapaian tujuan pendidikan yang berorientasi pada output/outcome based education (OBE) yaitu teknologi. Modul ajar “Ekonomi Politik” ini pada awalnya dipersiapkan untuk modul pembelajaran mahasiswa program Distance Learning Universitas Brawijaya Program Studi Ilmu Administrasi Publik, bersamaan dengan modul lain dalam program belajar jarak jauh (BJJ) sebagai jenis pendidikan untuk melayani mahasiswa yang berada kerja di rumah atau di kantor (model daring dan home work), tetapi dia masih mampu dan bisa melakukan komunikasi dengan para dosen dan mahasiswa lainnya melalui komunikasi berbasis komputer, seperti: e-mail, forum virtual elektronik, videoconference, dan bentuk-bentuk lainnya. Oleh karena itu, modul ajar Ekonomi Politik ini sengaja disusun dengan 17 (tujuh belas) pokok bahasan untuk menyesuaikan dengan aturan Rencana Pengajaran Semester (RPS) yang sebenarnya hanya 16 (enam belas) kali tatap muka sebagai tradisi akademis yang berlaku umum dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Tentunya, penyajian materi pokok dalam modul ajar ini tidak akan pernah memuaskan para pembaca (khususnya bagi mahasiswa), namun langkah inilah yang dapat penulis lakukan sebagai posisi tengah untuk mengatasi dilemma dari keraguan dan kegelisahan tadi. Belajar modul adalah sebuah pilihan, pilihan tidak akan pernah berakhir, dan yang berakhir ketika kita mulai menghentikan untuk belajar. Mudah-mudahan dengan modul ajar ini, akan mengisi kekosongan karya anak bangsa mengenai buku teks yang sekarang ini dirasakan sudah mulai pudar dan sangat langka. Terima kasih, khususnya kepada Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang telah memprakarsai penulisan modul ajar untuk konsumsi para mahasiswa peserta didiknya, Selamat bekerja dan berkarya.

Oleh karena itu, modul ajar Ekonomi Politik ini sengaja disusun dengan 17 (tujuh belas) pokok bahasan untuk menyesuaikan dengan aturan Rencana Pengajaran Semester (RPS) yang sebenarnya hanya 16 (enam belas) kali tatap muka sebagai tradisi ...

Ekonomi Politik Dalam Teori dan Praktek

Ketika membaca ataupun mendengar kata “ekonomi politik”, banyak diantara kita yang mempertanyakan, apa pengertian dari ekonomi politik itu? Hal ini tidaklah mengherankan karena umumnya diantara kita lebih sering mendengar dan membaca istilah ekonomi dan politik itu sebagai suatu yang terpisah (separated). Hal ini juga yang menjadikan banyak orang yang bertanya-tanya tentang apa hubungan antara ekonomi dan politik tersebut? Dalam buku ini akan sedikit dikemukakan beberapa hal yang terkait dengan ekonomi politik, yang kami sadur dari bukunya James E. Alt dan K. Alec Chrystal, “Political Economics”, serta Martin Staniland, What is Political Economy? A Study Of Social Theory And Underdevelopment”, dan kami sadar ini jelas ini tidak akan memuaskan para pembaca. Walaupun demikian, paling tidak buku ini akan memberikan sedikit pemahaman bagi pembaca mengenai kajian “ekonomi politik”. Menurut James E Alt dan K. Alec Chrystal (1983), pertanyaan mendasar dari ekonomi politik adalah “bidang-bidang apakah yang dimainkan pemerintah di dalam ekonomi? Bagian apa dalam bidang yang harus dilakukan oleh pemerintah? Bagaimana sebaiknya pemerinah melakukan bidang tersebut dan bagaimana itu dilakukan?” Pertanyaan ini membutuhkan jawaban panjang lebar, sehingga tidak ada jawaban sederhana yang dapat memuasakan. Pembahasan dalam buku ini hanya mengemukakan beracam-macam gagasan untuk kajian komprehensip mengenai ekonomi politik. Satu hal yang perlu kita pahami, ternyata kajian kebijakan ekonomi telah melintasi wilayah ilmu ekonomi dan ilmu politik itu sendiri, dan terdapat suatu perbedaan yang nyata antara konsep “ekonomi” dan konsep “politik”. Dan di sini kita sedang membicarakan tentang pertanyaan awal mengenai pengertian yang khusus atau pembatasan terhadap kita untuk mendapatkan jawaban yang terbaik tentang pertanyaan dasar dari ekonomi politik. Ada dua hal yang diharapkan dalam kajian ini. Pertama, kami beraharap dapat membantu dengan beberapa teori politik dan ekonomi yang umum untuk menemukan sebuah struktur pada pilihan untuk menjawab pertanyaan di atas. Kedua kami berharap dapat membantu mereka yang hanya terbiasa dalam satu kajian (politik atau ekonomi saja) untuk dapat melihat relevansi dari yang lainnya. Dengan berkembang dan semakin modernnya kehidupan masyarakat di dunia baik dalam kehidupan ekonomi maupun politik, maka banyak para ilmuan yang tidak bisa memahami penomena yang terjadi hanya dalam satu sudut pandang saja. Oleh karena itu banyak teori dan kajian empiris yang sudah semakin menjangkau batasan antara ekonomi dan politik, kami percaya bahwa ini diperlukan sekali pada kedua bagian tersebut. Kami melihat terdapat sejumlah literatur yang sukses dalam menjelaskan atau menarik perhatian pada penomena yang berkembang. Walaupun muncul penelitian di berbagai tempat, namun pada umumnya hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa secara teoritik itu bertalian. Ada banyak hal yang bisa diperoleh dari sebuah upaya untuk menggabungkan persoalan ekonomi dan politik. Tentu saja, dengan sedikit pengertian mensarankan bahwa dengan berkembangnya penomena di dalam masyarakat, maka beberapa penggabungan disiplin ilmu tersebut tidak hanya diharapkan, melainkan tidak dapat dielakan.

Ketika membaca ataupun mendengar kata “ekonomi politik”, banyak diantara kita yang mempertanyakan, apa pengertian dari ekonomi politik itu?

Ekonomi Politik Pembangunan

Kajian Isu Ekonomi Politik Pembangunan di Indonesia

Pengertian Ekonomi Politik Pembangunan mengisyaratkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai adanya fenomena sosial atau ekonomi yang sulit kadang tidak bisa dijelasakan menggunakan ilmu ekonomi, sehingga perlu meminjam ilmu lainnya. Kondisi ini bisa terlihat bahwa dalam teori ekonomi dijelasakan permintaan tetap barang bertambah harga akan turun (hukum ekonomi) tetapi dalam fenomena kehidupan sehari-hari kita hukum tersebut sering tidak berlaku, misalnya kasus rumah mewah dsb. Untuk bisa memahami hal tersebut perlu meminjam pemahaman dari ilmu politik. Pemahaman-pemahaman yang seperti itu yang akan dipelajari dalam ekonomi politik.

Pengertian Ekonomi Politik Pembangunan mengisyaratkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai adanya fenomena sosial atau ekonomi yang sulit kadang tidak bisa dijelasakan menggunakan ilmu ekonomi, sehingga perlu meminjam ilmu ...