Sebanyak 4 item atau buku ditemukan

Konsepku Membangun Bangso Batak

Manusia, Agama, dan Budaya

Patut dicatat memang, sejak sekitar tahun 1980-an khususnya HKBP, prestasinya dalam penginjilan tidak lagi bersinar. Mereka seakan melemah dalam penginjilannya, karena berbagai alasan, antara lain: a. Kepemimpinan yang rapuh. b. Kebersamaan yang tidak utuh. c. Fokus pelayanan tidak merata dan gamang. d. Daya kreasi dalam metode serta sistem pelayanan yang monoton ketinggalan dibandingkan dengan sistem yang dipergunakan denominasi lainnya. e. Tantangan masa dan zaman dalam globalisasi yang tidak dijawab secara tepat dan benar. f. Layanan para pendeta dan pimpinan gereja ada yang kurang berkenan bagi warga sendiri. g. Warga mempunyai pilihan secara bebas tentang gereja dan kebaktian di mana mereka ikut berbaur dan menyatu. Momentum peringatan 150 tahun HKBP tahun 2011, kiranya menjadi salah satu momen khusus bagi HKBP secara menyeluruh, pengurus dan warganya, untuk kembali merenung serta mengkaji berbagai hal yang dinikmati masa lalu dan dipergumulkan selama ini. (Ev. John B.Pasaribu Ph.D) . Pelayanan sosial Elim HKBP sifatnya adalah humanis universal. Artinya membantu manusia untuk tetap hidup sebagai manusia yang bermartabat. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk turut hidup meramaikan dunia ini. Sebagai lembaga yang didirikan oleh satu gereja berbasis etnis Batak, tentunya landasan kulturalnya sangat kuat, yakni budaya Batak. Di dalam kebudayaan Batak pada umumnya ada filosofi yang kuat untuk saling membantu sesama mereka. Salah satu filosofi itu ialah saling membantu, saling gotong royong. Ungkapan yang kuat milik orang Batak, terutama Toba ialah si sada anak, si sada boru. Si sada lungun si sada las ni roha. Artinya kepemilikan kolektif.

... Pengendalian hama bisa dilakukan dengan menggunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian ...

Tussen autonomie en onafhankelijkheid

Nederlands-Surinaamse betrekkingen 1954-1961

In dit boek worden de Nederlands-Surinaamse betrekkingen gereconstrueerd tegen de achtergrond van het proces van dekolonisatie waarin Suriname was verwikkeld. De drie factoren die dit proces bepaalden—Nederland, Suriname en de internationale gemeenschap—worden apart en in hun onderlinge samenhang beschreven. Dekolonisatie wordt beschouwd als een proces met staatkundig-politieke, economische en culturele aspecten. Bijzondere aandacht is er voor de rol van het Surinaams nationalisme.

Tussen 1958 en 1961 ondernam de Surinaamse regering pogingen de autonomie van Suriname uit te breiden en een stap te zetten richting onafhankelijkheid.

Conquest of Java

Originally published in 1815, Major William Thorn's The Conquest of Java describes the military and naval elements of the British expeditionary force to Java in 1811. It was a time of unrest in Europe. Napoleon was at the height of his power and had taken control of Holland and its colonies in Asia. In August 1810, Britain's Lord Minto, Governor General of India, was ordered by the English East India Company to expel "the enemy" from the Island of Java. On August 4, 1811 a fleet of 100 British ships, carrying 12,000 soldiers, landing in the Bay of Batavia. Among the landing party was the ambitious young company employee from Penang who originally masterminded the plan to take Java, and become Lieutenant–Governor of the island at the tender age of 30. This was none other than Thomas Stamford Raffles who, eight years later, would found Singapore. The Conquest of Java provides a unique and scrupulously detailed account of the British military campaign to wrest control of the island. Written by an officer who took part, Major William Thorn, and lavishly illustrated with 35 color plates, this historically important book provides a wealth of statistical and anecdotal information about Java and its environs.

Written by an officer who took part, Major William Thorn, and lavishly illustrated with 35 color plates, this historically important book provides a wealth of statistical and anecdotal information about Java and its environs.