This technical report describes efforts to mitigate bycatch through gear modifications and adaptations in the tropical shrimp-trawl fisheries of over 30 countries. It provides a summary of efforts by each country and then synthesizes them to identify and describe best practice. A best practice in bycatch reduction is the application or adoption of appropriate, recognized approaches to modifying fishing gear, with the objective of reducing bycatch to the greatest extent practicable. This information serves as a benchmark to identify countries that are taking appropriate steps to reduce bycatch and those that are not. It also provides context from which the outcomes of research on bycatch reduction can be evaluated and compared, including the identification of effective bycatch reduction devices, and serves to identify future research priorities. In the context of this report, best practice includes the installation and use of TEDs and BRDs that are optimally rigged and operated so as to reduce bycatch. It also includes the application of appropriate regulations to ensure effective performance, as well as the introduction of effective outreach and extension programmes to enhance and sustain best practice to reduce bycatch.
This technical report describes efforts to mitigate bycatch through gear modifications and adaptations in the tropical shrimp-trawl fisheries of over 30 countries.
Bycatch is the unwanted or non-target part of the catch taken by fishermen. It is either discarded at sea or used for human or animal consumption. The capture of bycatch may pose a threat to species diversity and ecosystem health because this part of the catch is usually unregulated. In tropical shrimp-trawl fisheries, bycatch often consists of juvenile food-fish species and is therefore a threat to food security and sustainable fisheries production. Bycatch is a global problem that must be addressed. This Guide to Bycatch Reduction in Tropical Shrimp-Trawl Fisheries is designed for fishermen, net makers, fishing technologists and others interested in a practical guide to the design, use and operation of effective bycatch reduction devices. Fishery managers, policy-makers and legislators will find this guide useful to help develop specifications governing the design and application of these devices in a shrimptrawl fishery. The issue of bycatch is not going away and scrutiny of fishing activity is increasing. All fishermen are strongly urged to use appropriate bycatch reduction measures to help maintain the productivity of the fishery and the long term prosperity of the fishing industry. By responding appropriately, fishermen can help to protect the marine environment and assist global food security both now and in the future. Also published in French and Spanish.
This Guide to Bycatch Reduction in Tropical Shrimp-Trawl Fisheries is designed for fishermen, net makers, fishing technologists and others interested in a practical guide to the design, use and operation of effective bycatch reduction ...
Indonesia termasuk negara penghasil karet terbesar dan memiliki areal perkebunan karet terluas di dunia. Karenanya, bersama dengan Thailand dan Malaysia, Indonesia merupakan pemasok karet utama dunia. Di sisi lain, hingga saat ini kebutuhan dunia terhadap karet ini belum terpenuhi semua, sehingga peluang budi daya karet masih sangat luas. Buku ini bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin membudidayakan karet secara benar. -AgroMedia-
Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan jumlah pulau kurang lebih 17.504 dan memiliki panjang garis pantai 108.000 km dengan total luas perairan lautan 6.400.000 km2 merupakan sebuah karunia besar dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang tiada ternilai harganya dan harus kita jaga dan lestarikan. Buku ini disusun secara spesifik dan fokus pada bidang alat penangkapan ikan berupa perangkap dan bubu yang telah banyak diterapkan di berbagai negara, dengan harapan model-model bubu dan perangkap yang ada pada belahan dunia yang lain juga akan bisa dikembangkan di Indonesia. Perikanan Bubu ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*
Modul ajar ini dapat digunakan oleh mahasiswa dalam melaksanakan praktikum Manajemen Operasi Penangkapan Ikan. Setiap bab disusun secara sistematis dengan materi yang berbeda-beda. Diharapkan mahasiswa mampu menginterpretasikan luaran setelah mengikuti mata kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan.
Saat ini manajemen aset adalah sebuah disiplin baru di Indonesia. Jika dicari di mesin pencari online dengan kata kunci “manajemen aset” kita masih disajikan hasil yang berupa list perusahaan investasi yang menawarkan saham, obligasi dan sebagainya. Namun cakupan manajemen aset saat ini bergerak lebih banyak ke arah engineering asset management, pengelolaan aset- aset yang bersifat fisik hasil karya manusia atau bahkan ke aset fisik industri. International Standard Organisation (ISO) juga sudah mengeluarkan standar internasional tentang sistem manajemen aset yang berupa seri ISO 55000 yang berisi ISO 55000, ISO 55001, dan ISO 55002. Standar ini kemudian baru diadopsi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) ada tahun 2018 menjadi SNI ISO 55001. Sehingga saat ini masih banyak perusahaan- perusahaan di Indonesia yang masih awam dan belum aware tentang manajemen aset. Perusahaan yang sudah sadar tentang manajemena aset kesulitan untuk menerapkannya karena berbagai alasan yaitu : kurangnya tenaga ahli yang betul- betul paham tentang manajemen aset. Masih sedikitnya jumlah pakar manajemen aset dan ISO 55001 ini dikarenakan mereka harus memahami banyak hal di organisasi mulai dari manajemen perawatan, manajemen keuangan, hingga manajemen risiko. Dengan kata lain pakar manajemen aset adalah orang yang paham bagaimana menyeimbangkan kinerja aset, biaya dan risiko di berbagai tingkat organisasi mulai dari manajemen puncak hingga dataran operasional. Dengan kata lain manajemen aset adalah bidang yang multidisiplin dan interdisiplin. Sebab lain kesulitan perusahaan dalam penerapan manajemen aset adalah karena kurang best practice manajemen aset. Dari sudut pandang saya, minimnya best practice ini bisa dikurangi dengan banyak membaca literatur tentang manajemen aset sehingga ini menginspirasi untuk menulis buku ini yaitu buku tentang fremework untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen aset. Buku ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para praktisi, akademisi dan peneliti yang tertarik di bidang manajemen aset atau bidang lain yang berkaitan dengan manajemen aset. Rekomendasi penggunaan buku ini bagi para praktisi, akademisi, dan peneliti disampaikan di akhir bab 1 di dalam buku ini. Ini adalah buku ketiga di dalam seri buku manajemen aset setelah yang pertama berupa buku dengan judul “Life Cycle Cost Model to Support Asset Management Decision Making” yang membahas tentang aplikasi life cycle cost untuk mendukung pembuatan keputusan di dalam manajemen aset yang di dalamnya juga membahas tentang kasus- kasus konrit yang terjadi di perusahaan dan bagaimana dapat diselesaikan dengan pendekatan life cycle cost. Buku kedua adalah buku dengan judul “Engineering Asset Management (Pengantar Manajemen Aset Industri berbasis ISO 55000)”. Buku tersebut adalah buku ajar yang dimaksudkan membantu dan mengisi kekosogan buku tentang manajemen aset di Indonesia. Bisa digunakan oleh para sivitas akademika atau siapa saja yang ingin belajar tentang manajemen aset. Dan semoga buku- buku tentang Engineering Asset Management akan semakin banyak nantinya.