Sebanyak 22118 item atau buku ditemukan

Buku Ajar Membangun Spirit Dan Kompetensi Agrotechnopreneurship

Dalam buku ini menjelaskan beberapa hal terutama mengenai kondisi umum perkembangan dan pengembangan agropreneurship dan agrotechnopreneurship di Indonesia yang dijelaskan di dalam setiap bab dan sub-sub babnya. Bab satu dimulai dengan penjelasan tentang pemahaman konsep dan wawasan tentang agrotechnopreneurship. Bab kedua membahas ciri dan watak bagi seorang agrotechnopreneur. Bab ketiga membahas tentang kompetensi yang mesti dimiliki bagi seorang agrotechnopreneur yang terkait dengan penguasaan teknologi. Bab keempat membahas tentang kompetensi seorang agrotechnopreneur dalam memahami standar dan jaminan mutu produk pangan. Bab kelima membahas seputar kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian. Bab keenam yang merupakan bab terakhir membahas tentang kompetensi yang harus dimiliki dalam memasarkan dan menjaga pasar produk pertanian Buku Ajar Membangun Spirit Dan Kompetensi Agrotechnopreneurship ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

... mengendalikan mutu dan higienitas produk melalui pengendalian faktor lingkungan kerja serta proses produksi mencakup desain dan tata letak pabrik, pemeliharaan dan sanitasi, pengendalian proses produksi, sanitasi perorangan, training ...

Konsepku Membangun Bangso Batak

Manusia, Agama, dan Budaya

Patut dicatat memang, sejak sekitar tahun 1980-an khususnya HKBP, prestasinya dalam penginjilan tidak lagi bersinar. Mereka seakan melemah dalam penginjilannya, karena berbagai alasan, antara lain: a. Kepemimpinan yang rapuh. b. Kebersamaan yang tidak utuh. c. Fokus pelayanan tidak merata dan gamang. d. Daya kreasi dalam metode serta sistem pelayanan yang monoton ketinggalan dibandingkan dengan sistem yang dipergunakan denominasi lainnya. e. Tantangan masa dan zaman dalam globalisasi yang tidak dijawab secara tepat dan benar. f. Layanan para pendeta dan pimpinan gereja ada yang kurang berkenan bagi warga sendiri. g. Warga mempunyai pilihan secara bebas tentang gereja dan kebaktian di mana mereka ikut berbaur dan menyatu. Momentum peringatan 150 tahun HKBP tahun 2011, kiranya menjadi salah satu momen khusus bagi HKBP secara menyeluruh, pengurus dan warganya, untuk kembali merenung serta mengkaji berbagai hal yang dinikmati masa lalu dan dipergumulkan selama ini. (Ev. John B.Pasaribu Ph.D) . Pelayanan sosial Elim HKBP sifatnya adalah humanis universal. Artinya membantu manusia untuk tetap hidup sebagai manusia yang bermartabat. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk turut hidup meramaikan dunia ini. Sebagai lembaga yang didirikan oleh satu gereja berbasis etnis Batak, tentunya landasan kulturalnya sangat kuat, yakni budaya Batak. Di dalam kebudayaan Batak pada umumnya ada filosofi yang kuat untuk saling membantu sesama mereka. Salah satu filosofi itu ialah saling membantu, saling gotong royong. Ungkapan yang kuat milik orang Batak, terutama Toba ialah si sada anak, si sada boru. Si sada lungun si sada las ni roha. Artinya kepemilikan kolektif.

... Pengendalian hama bisa dilakukan dengan menggunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian ...

Jurnal Bali Membangun Bali volume 2 nomor 2 Agustus 2021

Wacana-wacana Pascawacana Pandemi Covid-19 Covid-19 (coronavirus disease of 2019) sebagai sebuah pandemic global, yakni suatu virus mematikan dan cepat menular yang tak kasat mata, sungguh memberi pelajaran teramat besar untuk segenap umat manusia di seluruh dunia. Sebagai provinsi yang 80% kehidupannya ditunjang industrialisasi pariwisata, Bali sangat terdampak secara negatif. Karenanya setelah masa satu tahun yang sangat melelahkan secara fisik-kesehatan, ekonomi, dan sosial-budaya bagi masyarakat Bali sepanjang 2020, 2021 adalah masa memulai menata-ulang sendiri-sendi perekonomian dan kehidupan dengan penerapan protocol kesehatan ketat dalam suatu era yang disebut kenormalan baru (new normal). Dengan telah berlalunya separuh 2021, Jurnal Bali Membangun Bali melalui edisi teranyar ini ikut membangun wacana-wacana setelah wacana pandemic tersebut mendominasi. Di antaranya adalah tentang ruang terbuka (open space), kota sehat, dan estetika desain interior. Maka yang terpenting kemudian adalah membicarakan what next (apa yang menjadi kelanjutan) pascawacana pandemic Corona ini. Bahkan artikel terakhir yang tidak berisi kata “pandemi” atau “Covid-19” atau “new normal” di judulnya sekali pun nyata masih terkait dengan pandemi menakutkan ini sebagai sebuah bencana, dalam hal ini bencana non-alam dan bencana sosial. Menjelang persiapan-persiapannya menuju terakreditasi Sinta (Science and Techology Index) 2022, JBMB mengemas seluruh wacana dimaksud dari pilihan-pilihan artikel ilmiah yang masuk untuk edisi Agustus (Volume 2 Nomor 2) ini. Seperti biasa, enam tulisan yang tampil adalah (1) “Impacts of Bali Tourism Performance Decline due to Covid-19 Pandemic” dari Putu Sri Ronita Dewi; (2) “Covid-19 Pandemic and the Green Open Space Concept of Balinese Traditional Community” dari I Made Jayadi Waisnawa; (3) “Desain Interior Bali Modern untuk Fasilitas Pariwisata Pascapandemi Covid-19” dari I Kadek Dwi Noorwatha; (4) “Kesiapan Kota Denpasar dalam Mewujudkan Kota Sehat pada Era Kenormalan Baru” dari Dimas Indo Saputro; (5) “Temperature Comparison of Denpasar City Land Surface before and during the Covid-19 Pandemic” dari Rizki Cholik Zulkarnain; dan (6) “Kriteria Penentuan Kawasan Evakuasi Bencana Non-Alam dan Bencana Sosial sebagai Upaya Mitigasi” dari Ngakan Gede Ananda Prawira. Seperti biasa, 50% artikel terbit secara konsisten dalam bahasa Inggris. Ini tidak lain adalah strategi JBMB untuk mengglobalkan jurnal. Jurnal yang bagus adalah jurnal yang dibaca dan berterima secara global. Dengan tampilnya artikel-artikel yang cenderung actual (terkini) berdasarkan fakta atau fenomena yang benar-benar terjadi saat ini dan sedang menjadi kecenderungan kebutuhan masyarakat, JBMB kiranya memiliki nilai lebih untuk dijadikan modal bagi keberhasilan proses akreditasi SINTA-nya nanti.

... pengendalian COVID-19 di lingkungan kerja perkantoran dan industri dimulai dari tempat kerja, pekerja, pimpinan serta kebijakan manajemen tempat kerja. Bagi tempat kerja, pencegahan dan pengendalian COVID-19 melalui (1) pihak manajemen ...

Membangun Ekonomi Nasional yang Kokoh

... pengendalian biaya sangat penting bagi mereka dan perusahaan. Sistem pengendalian biaya seharusnya dipandang sebagai jangka panjang, bukan solusi jangka pendek. Agar berhasil, perusahaan memastikan bahwa solusi-solusi tersebut praktis ...

Inovasi Bisnis: Membangun Keunggulan Bersaing di Era Digital

Buku "Inovasi Bisnis : Membangun Keunggulan Bersaing di Era Digital" menyajikan panduan komprehensif untuk mengatasi tantangan bisnis dalam era digital. Dari konsep dasar inovasi bisnis hingga model-model inovatif terkini, penulis memberikan pemahaman mendalam tentang penerapan strategi inovatif dalam konteks perubahan yang cepat. Buku ini menekankan pentingnya Transformasi Digital, khususnya integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), sebagai kunci untuk menciptakan bisnis yang cerdas dan terkoneksi. Selain itu, buku ini membahas aspek kepemimpinan inovatif, membentuk budaya organisasi yang mendukung kreativitas, manajemen risiko inovasi, dan etika bisnis di era digital. Dengan bahasa yang jelas dan contoh kasus nyata, buku ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memberi panduan praktis bagi para pemimpin dan praktisi bisnis yang ingin mengimplementasikan inovasi dengan sukses dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

... Pengendalian Risiko : Sebuah badan usaha dalam sistem pengendalian risiko harus merujuk pada kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan . Pengendalian risiko dapat dilakukan melalui metode mitigasi risiko , termasuk perlindungan ...

Kumpulan Kiat Sukses Finansial ala ENGKONG A FUK

"Sebuah komik yang mengilustrasikan Sukses Finansial dari Usaha Dagang ala Engkong Afuk, profil yang mewakili penerapan pemikiran, filosofi hidup, dan budaya campuran Indonesia-Tionghoa di Indonesia. Sederhana, Praktis, sekaligus Menggelitik dan Menghibur. PRINSIP HIDUP: Kerja Keras, Hidup Hemat, Menahan Keinginan, Menjadi Kepala Naga, Waspada dan Hati-Hati, Budaya Menabung, Jangan Terbiasa Utang, Memiliki Cita-Cita, Menetapkan Kesuksesan, Mawas Diri, Menghargai Diri Sendiri, Mengingat Anak Cucu, Tidak Berkata `Tidak`, Memelihara Kepercayaan, Menghormati Orangtua, Saling Membantu, Peranan Wanita Tionghoa SIASAT DAGANG: Memupuk Modal, Pandai Berhitung, Manajemen Waktu, Menjaga Relasi, Menguasai Usaha, Pantang Menyerah, Menjaga Reputasi, Tidak Sembrono STRATEGI DAGANG: Apa yang Saya Miliki?, Kuasai Medan, Tanggap Situasi, Berkonsolidasi, Meningkatkan Kualitas, Mengikuti Tren, Memutar Uang, Cerdik Berinvestasi BUDAYA DAN KEPERCAYAAN TIONGHOA YANG BERPENGARUH DALAM USAHA: Menyenangkan Orangtua, Membantu Saudara, Menjadi Dermawan, 4 vs 8, 168, Warna Merah, Hong Sui, Hoki, Hopeng, Angka Genap, Lambang Keberuntungan, Nasib dan Keberuntungan TIP DAN SARAN: Anak adalah Motivasi Bekerja, Waktu untuk Keluarga, Mengelola Risiko, Tabungan dan Investasi, Menghargai Waktu Investasi, Bakat dan Tidak, Bekerja untuk Belajar, Uang Bekerja untuk Kita"

... sekolah yang dihadapi bukan saja pelajarannya, bagaimana kita mengatasi masalah, memutuskan masalah, menghadapi masalah dengan mandiri ditambah lagi dengan melatih otak supaya canggih sehingga nantinya juga cerdik dalam berbisnis pendidikan ...