Sebanyak 158 item atau buku ditemukan

MODUL AJAR EKONOMI POLITIK

Pada abad ke 21 ini, siapa pun dosen atau tenaga pendidik yang akan menulis modul ajar di perguruan tinggi, pasti akan mengalami ketidak percayaan diri. Ada semacam keraguan dan kegelisahan ketika mencoba untuk memilih dan memasukkan imajinasi pemikirannya yang sekiranya layak dapat diterima dan dapat dipahami oleh para mahasiswanya yang mengambil mata kuliahnya tentang masalah-masalah pembangunan yang semakin komplek. Apalagi dengan tema pembangunan ekonomi politik sebagai isu strategis baru di dunia. Karena itu, penulis sadar bahwa belajar modul tentang pembangunan ekonomi politik akan berbeda maknanya dengan praktek-praktek pembangunan ekonomi politik di dunia nyata. Sehingga pada akhirnya, penulis hanya mampu menulis apa yang bisa di tulis sebagai wujud dari rasa memungkinkan apa yang diinginkan oleh masyarakat akademis di era digital sebagai model pendidikan revolusi industry 4.0 atau revolusi industry 5.0 yang menuntut adanya perubahan pencapaian tujuan pendidikan yang berorientasi pada output/outcome based education (OBE) yaitu teknologi. Modul ajar “Ekonomi Politik” ini pada awalnya dipersiapkan untuk modul pembelajaran mahasiswa program Distance Learning Universitas Brawijaya Program Studi Ilmu Administrasi Publik, bersamaan dengan modul lain dalam program belajar jarak jauh (BJJ) sebagai jenis pendidikan untuk melayani mahasiswa yang berada kerja di rumah atau di kantor (model daring dan home work), tetapi dia masih mampu dan bisa melakukan komunikasi dengan para dosen dan mahasiswa lainnya melalui komunikasi berbasis komputer, seperti: e-mail, forum virtual elektronik, videoconference, dan bentuk-bentuk lainnya. Oleh karena itu, modul ajar Ekonomi Politik ini sengaja disusun dengan 17 (tujuh belas) pokok bahasan untuk menyesuaikan dengan aturan Rencana Pengajaran Semester (RPS) yang sebenarnya hanya 16 (enam belas) kali tatap muka sebagai tradisi akademis yang berlaku umum dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Tentunya, penyajian materi pokok dalam modul ajar ini tidak akan pernah memuaskan para pembaca (khususnya bagi mahasiswa), namun langkah inilah yang dapat penulis lakukan sebagai posisi tengah untuk mengatasi dilemma dari keraguan dan kegelisahan tadi. Belajar modul adalah sebuah pilihan, pilihan tidak akan pernah berakhir, dan yang berakhir ketika kita mulai menghentikan untuk belajar. Mudah-mudahan dengan modul ajar ini, akan mengisi kekosongan karya anak bangsa mengenai buku teks yang sekarang ini dirasakan sudah mulai pudar dan sangat langka. Terima kasih, khususnya kepada Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang telah memprakarsai penulisan modul ajar untuk konsumsi para mahasiswa peserta didiknya, Selamat bekerja dan berkarya.

Oleh karena itu, modul ajar Ekonomi Politik ini sengaja disusun dengan 17 (tujuh belas) pokok bahasan untuk menyesuaikan dengan aturan Rencana Pengajaran Semester (RPS) yang sebenarnya hanya 16 (enam belas) kali tatap muka sebagai tradisi ...

Ekonomi Politik Dalam Teori dan Praktek

Ketika membaca ataupun mendengar kata “ekonomi politik”, banyak diantara kita yang mempertanyakan, apa pengertian dari ekonomi politik itu? Hal ini tidaklah mengherankan karena umumnya diantara kita lebih sering mendengar dan membaca istilah ekonomi dan politik itu sebagai suatu yang terpisah (separated). Hal ini juga yang menjadikan banyak orang yang bertanya-tanya tentang apa hubungan antara ekonomi dan politik tersebut? Dalam buku ini akan sedikit dikemukakan beberapa hal yang terkait dengan ekonomi politik, yang kami sadur dari bukunya James E. Alt dan K. Alec Chrystal, “Political Economics”, serta Martin Staniland, What is Political Economy? A Study Of Social Theory And Underdevelopment”, dan kami sadar ini jelas ini tidak akan memuaskan para pembaca. Walaupun demikian, paling tidak buku ini akan memberikan sedikit pemahaman bagi pembaca mengenai kajian “ekonomi politik”. Menurut James E Alt dan K. Alec Chrystal (1983), pertanyaan mendasar dari ekonomi politik adalah “bidang-bidang apakah yang dimainkan pemerintah di dalam ekonomi? Bagian apa dalam bidang yang harus dilakukan oleh pemerintah? Bagaimana sebaiknya pemerinah melakukan bidang tersebut dan bagaimana itu dilakukan?” Pertanyaan ini membutuhkan jawaban panjang lebar, sehingga tidak ada jawaban sederhana yang dapat memuasakan. Pembahasan dalam buku ini hanya mengemukakan beracam-macam gagasan untuk kajian komprehensip mengenai ekonomi politik. Satu hal yang perlu kita pahami, ternyata kajian kebijakan ekonomi telah melintasi wilayah ilmu ekonomi dan ilmu politik itu sendiri, dan terdapat suatu perbedaan yang nyata antara konsep “ekonomi” dan konsep “politik”. Dan di sini kita sedang membicarakan tentang pertanyaan awal mengenai pengertian yang khusus atau pembatasan terhadap kita untuk mendapatkan jawaban yang terbaik tentang pertanyaan dasar dari ekonomi politik. Ada dua hal yang diharapkan dalam kajian ini. Pertama, kami beraharap dapat membantu dengan beberapa teori politik dan ekonomi yang umum untuk menemukan sebuah struktur pada pilihan untuk menjawab pertanyaan di atas. Kedua kami berharap dapat membantu mereka yang hanya terbiasa dalam satu kajian (politik atau ekonomi saja) untuk dapat melihat relevansi dari yang lainnya. Dengan berkembang dan semakin modernnya kehidupan masyarakat di dunia baik dalam kehidupan ekonomi maupun politik, maka banyak para ilmuan yang tidak bisa memahami penomena yang terjadi hanya dalam satu sudut pandang saja. Oleh karena itu banyak teori dan kajian empiris yang sudah semakin menjangkau batasan antara ekonomi dan politik, kami percaya bahwa ini diperlukan sekali pada kedua bagian tersebut. Kami melihat terdapat sejumlah literatur yang sukses dalam menjelaskan atau menarik perhatian pada penomena yang berkembang. Walaupun muncul penelitian di berbagai tempat, namun pada umumnya hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa secara teoritik itu bertalian. Ada banyak hal yang bisa diperoleh dari sebuah upaya untuk menggabungkan persoalan ekonomi dan politik. Tentu saja, dengan sedikit pengertian mensarankan bahwa dengan berkembangnya penomena di dalam masyarakat, maka beberapa penggabungan disiplin ilmu tersebut tidak hanya diharapkan, melainkan tidak dapat dielakan.

Ketika membaca ataupun mendengar kata “ekonomi politik”, banyak diantara kita yang mempertanyakan, apa pengertian dari ekonomi politik itu?

Ekonomi Politik Pembangunan

Kajian Isu Ekonomi Politik Pembangunan di Indonesia

Pengertian Ekonomi Politik Pembangunan mengisyaratkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai adanya fenomena sosial atau ekonomi yang sulit kadang tidak bisa dijelasakan menggunakan ilmu ekonomi, sehingga perlu meminjam ilmu lainnya. Kondisi ini bisa terlihat bahwa dalam teori ekonomi dijelasakan permintaan tetap barang bertambah harga akan turun (hukum ekonomi) tetapi dalam fenomena kehidupan sehari-hari kita hukum tersebut sering tidak berlaku, misalnya kasus rumah mewah dsb. Untuk bisa memahami hal tersebut perlu meminjam pemahaman dari ilmu politik. Pemahaman-pemahaman yang seperti itu yang akan dipelajari dalam ekonomi politik.

Pengertian Ekonomi Politik Pembangunan mengisyaratkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai adanya fenomena sosial atau ekonomi yang sulit kadang tidak bisa dijelasakan menggunakan ilmu ekonomi, sehingga perlu meminjam ilmu ...

Buku Ajar Membangun Spirit Dan Kompetensi Agrotechnopreneurship

Dalam buku ini menjelaskan beberapa hal terutama mengenai kondisi umum perkembangan dan pengembangan agropreneurship dan agrotechnopreneurship di Indonesia yang dijelaskan di dalam setiap bab dan sub-sub babnya. Bab satu dimulai dengan penjelasan tentang pemahaman konsep dan wawasan tentang agrotechnopreneurship. Bab kedua membahas ciri dan watak bagi seorang agrotechnopreneur. Bab ketiga membahas tentang kompetensi yang mesti dimiliki bagi seorang agrotechnopreneur yang terkait dengan penguasaan teknologi. Bab keempat membahas tentang kompetensi seorang agrotechnopreneur dalam memahami standar dan jaminan mutu produk pangan. Bab kelima membahas seputar kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian. Bab keenam yang merupakan bab terakhir membahas tentang kompetensi yang harus dimiliki dalam memasarkan dan menjaga pasar produk pertanian Buku Ajar Membangun Spirit Dan Kompetensi Agrotechnopreneurship ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

... mengendalikan mutu dan higienitas produk melalui pengendalian faktor lingkungan kerja serta proses produksi mencakup desain dan tata letak pabrik, pemeliharaan dan sanitasi, pengendalian proses produksi, sanitasi perorangan, training ...

Kewirausahaan Panduan Praktis untuk Membangun dan Mengembangkan Bisnis

Buku ini membahas sumber daya komprehensif yang mencakup berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari konsep dasar hingga strategi yang lebih canggih. Pembaca akan diperkenalkan dengan berbagai konsep kewirausahaan yang esensial dan faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan dalam bisnis. Pembaca juga akan dipandu memahami pentingnya kreativitas, inovasi, analisis pasar, dan riset pasar dalam pengembangan produk dan layanan yang sukses. Manajemen tim, operasional dan keuangan juga telah dibahas secara mendalam. Strategi pemasaran dan penjualan telah diuraikan, bersama dengan langkah-langkah praktis untuk menyusun rencana bisnis yang sederhana namun kuat. Pembaca juga akan dipandu melalui pertimbangan perluasan bisnis dan pemahaman aspek hukum serta regulasi dalam dunia kewirausahaan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang topik-topik ini, pembaca diharapkan siap untuk mengambil langkah pertama dalam perjalanan kewirausahaan.

BAB 7 MA NAJEMEN OPERASION AL DALAM KEWIRA USAHAAN 7.1 Proses Perencanaan dan Pengendalian Operasional Proses perencanaan dan pengendalian operasional adalah langkah kunci dalam manajemen bisnis yang bertujuan untuk mencapai efisiensi ...

Konsepku Membangun Bangso Batak

Manusia, Agama, dan Budaya

Patut dicatat memang, sejak sekitar tahun 1980-an khususnya HKBP, prestasinya dalam penginjilan tidak lagi bersinar. Mereka seakan melemah dalam penginjilannya, karena berbagai alasan, antara lain: a. Kepemimpinan yang rapuh. b. Kebersamaan yang tidak utuh. c. Fokus pelayanan tidak merata dan gamang. d. Daya kreasi dalam metode serta sistem pelayanan yang monoton ketinggalan dibandingkan dengan sistem yang dipergunakan denominasi lainnya. e. Tantangan masa dan zaman dalam globalisasi yang tidak dijawab secara tepat dan benar. f. Layanan para pendeta dan pimpinan gereja ada yang kurang berkenan bagi warga sendiri. g. Warga mempunyai pilihan secara bebas tentang gereja dan kebaktian di mana mereka ikut berbaur dan menyatu. Momentum peringatan 150 tahun HKBP tahun 2011, kiranya menjadi salah satu momen khusus bagi HKBP secara menyeluruh, pengurus dan warganya, untuk kembali merenung serta mengkaji berbagai hal yang dinikmati masa lalu dan dipergumulkan selama ini. (Ev. John B.Pasaribu Ph.D) . Pelayanan sosial Elim HKBP sifatnya adalah humanis universal. Artinya membantu manusia untuk tetap hidup sebagai manusia yang bermartabat. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk turut hidup meramaikan dunia ini. Sebagai lembaga yang didirikan oleh satu gereja berbasis etnis Batak, tentunya landasan kulturalnya sangat kuat, yakni budaya Batak. Di dalam kebudayaan Batak pada umumnya ada filosofi yang kuat untuk saling membantu sesama mereka. Salah satu filosofi itu ialah saling membantu, saling gotong royong. Ungkapan yang kuat milik orang Batak, terutama Toba ialah si sada anak, si sada boru. Si sada lungun si sada las ni roha. Artinya kepemilikan kolektif.

... Pengendalian hama bisa dilakukan dengan menggunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian ...

Hukum Islam Berkemajuan Untuk Membangun Peradaban

Konstruksi Pemikiran Hukum Dalam Fatwa Tarjih

Buku tentang hukum islam yang berjudul Hukum Islam Berkemajuan Untuk Membangun Peradaban: Konstruksi Pemikiran Hukum Dalam Fatwa Tarjih merupakan buku karya Mohammad Hasan Bisysri. Fatwa hukum tidak lahir dalam kondisi hampa. Himpunan fatwa, selain berfungsi sebagai sumber rujukan tuntunan keagamaan, juga merupakan rekaman historis yang menjadi sumber sejarah sosial dan suatu komunitas pada zaman tertentu. Hal ini dikarenakan fatwa merupakan suatu dialog antara warga masyarakat dalam menghadapi problem zamannya yang terwujud dalam pertanyaan (istiftā’) yang diajukan dan jawaban sang mufti yang merupakan responsnya terhadap isu yang muncul. Dalam rangka mengemban misi pembaruan hukum (tajdid), pemberian fatwa hukum atau memastikan hukum mengenai persoalan tertentu yang dipertikaikan masyarakat muslim, serta untuk memberikan jawaban hukum terhadap problem kemasyarakatan, termasuk yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai pelopor pembaruan Islam, khususnya di Indonesia. Muhammadiyah, sejatinya berpeluang peluang besar untuk melangkah lebih jauh melakukan dekonstruksi dan sekaligus rekonstruksi terhadap seluruh bangunan pemikiran Islam, sesuai dengan perkembangan zaman, fatwa-fatwa mengalami perkembangan, tidak sekadar pada masalah hukum ibadah saja, tetapi juga masuk dalam wilayah-wilayah sosial, budaya, lingkungan, ekonomi, dan politik. Daftar isi buku ini meliputi : Bab 1 Prolog: Menyelisik Corak Pembaruan Islam Pada Muhammadiyah Bab 2 Majelis Tarjih Muhammadiyah: Historitas Dan Perkembangannya Bab 3 Produk-Produk Tarjih Dan Prosedur Pembuatannya dan lainnya dapat dibaca pada buku ini. Spesifikasi buku ini meliputi: Kategori : Hukum islam Penulis : Mohammad Hasan Bisysri E-ISBN : 978-623-8394-02-9 Ukuran : 15.5x23 cm Halaman : 243 Tahun Terbit : 2023 Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, terutama pendidikan tinggi (universitas dan sekolah tinggi). E-book ini tersedia juga dalam versi cetak. Dapatkan buku-buku berkualitas dengan pilihan terlengkap hanya di Toko Buku Online Deepublish : deepublishstore.com

... Control (FCTC).527 Sebab, dengan belum diratifikasinya FCTC tersebut belum ada dasar yang kuat bagi pemerintah untuk melakukan upaya pengendalian dampak buruk tembakau bagi kesehatan masyarakat. Dengan fatwa ini, Muhammadiyah juga ...

Jurnal Bali Membangun Bali volume 2 nomor 2 Agustus 2021

Wacana-wacana Pascawacana Pandemi Covid-19 Covid-19 (coronavirus disease of 2019) sebagai sebuah pandemic global, yakni suatu virus mematikan dan cepat menular yang tak kasat mata, sungguh memberi pelajaran teramat besar untuk segenap umat manusia di seluruh dunia. Sebagai provinsi yang 80% kehidupannya ditunjang industrialisasi pariwisata, Bali sangat terdampak secara negatif. Karenanya setelah masa satu tahun yang sangat melelahkan secara fisik-kesehatan, ekonomi, dan sosial-budaya bagi masyarakat Bali sepanjang 2020, 2021 adalah masa memulai menata-ulang sendiri-sendi perekonomian dan kehidupan dengan penerapan protocol kesehatan ketat dalam suatu era yang disebut kenormalan baru (new normal). Dengan telah berlalunya separuh 2021, Jurnal Bali Membangun Bali melalui edisi teranyar ini ikut membangun wacana-wacana setelah wacana pandemic tersebut mendominasi. Di antaranya adalah tentang ruang terbuka (open space), kota sehat, dan estetika desain interior. Maka yang terpenting kemudian adalah membicarakan what next (apa yang menjadi kelanjutan) pascawacana pandemic Corona ini. Bahkan artikel terakhir yang tidak berisi kata “pandemi” atau “Covid-19” atau “new normal” di judulnya sekali pun nyata masih terkait dengan pandemi menakutkan ini sebagai sebuah bencana, dalam hal ini bencana non-alam dan bencana sosial. Menjelang persiapan-persiapannya menuju terakreditasi Sinta (Science and Techology Index) 2022, JBMB mengemas seluruh wacana dimaksud dari pilihan-pilihan artikel ilmiah yang masuk untuk edisi Agustus (Volume 2 Nomor 2) ini. Seperti biasa, enam tulisan yang tampil adalah (1) “Impacts of Bali Tourism Performance Decline due to Covid-19 Pandemic” dari Putu Sri Ronita Dewi; (2) “Covid-19 Pandemic and the Green Open Space Concept of Balinese Traditional Community” dari I Made Jayadi Waisnawa; (3) “Desain Interior Bali Modern untuk Fasilitas Pariwisata Pascapandemi Covid-19” dari I Kadek Dwi Noorwatha; (4) “Kesiapan Kota Denpasar dalam Mewujudkan Kota Sehat pada Era Kenormalan Baru” dari Dimas Indo Saputro; (5) “Temperature Comparison of Denpasar City Land Surface before and during the Covid-19 Pandemic” dari Rizki Cholik Zulkarnain; dan (6) “Kriteria Penentuan Kawasan Evakuasi Bencana Non-Alam dan Bencana Sosial sebagai Upaya Mitigasi” dari Ngakan Gede Ananda Prawira. Seperti biasa, 50% artikel terbit secara konsisten dalam bahasa Inggris. Ini tidak lain adalah strategi JBMB untuk mengglobalkan jurnal. Jurnal yang bagus adalah jurnal yang dibaca dan berterima secara global. Dengan tampilnya artikel-artikel yang cenderung actual (terkini) berdasarkan fakta atau fenomena yang benar-benar terjadi saat ini dan sedang menjadi kecenderungan kebutuhan masyarakat, JBMB kiranya memiliki nilai lebih untuk dijadikan modal bagi keberhasilan proses akreditasi SINTA-nya nanti.

... pengendalian COVID-19 di lingkungan kerja perkantoran dan industri dimulai dari tempat kerja, pekerja, pimpinan serta kebijakan manajemen tempat kerja. Bagi tempat kerja, pencegahan dan pengendalian COVID-19 melalui (1) pihak manajemen ...

Membangun Ekonomi Nasional yang Kokoh

... pengendalian biaya sangat penting bagi mereka dan perusahaan. Sistem pengendalian biaya seharusnya dipandang sebagai jangka panjang, bukan solusi jangka pendek. Agar berhasil, perusahaan memastikan bahwa solusi-solusi tersebut praktis ...