Studi Kasus Mengenai Korelasi Antara Pengembangan Karir dengan Semangat Kerja Pegawai
Pada setiap organisasi atau instansi pemerintah menyadari bahwa unsur manusia di dalam suatu organisasi atau instansi pemerintahan sangat memberikan nilai unggul. Pengembangan karir merupakan upaya pribadi seorang pegawai untuk mencapai suatu rencana karir. Pengembangan karir merupakan salah satu proses peningkatan kemampuan kerja individu yang akan dicapai dalam rangka pencapaian karir yang diinginkan. Manajemen sumber daya manusia yang baik bertujuan kepada peningkatan kontribusi yang diberikan oleh para pegawai dalam organisasi atau instansi pemerintah ke arah tercapai tujuan organisasi tersebut. Pencapaian tujuan tersebut tergantung bagaimana semangat kerja dari pegawai tersebut dalam mengkombinasikan keterampilan, kemampuan, pengetahuan dan sikap dalam proses pekerjaannya. Semangat kerja yang dimiliki pegawai akan menghasilkan kinerja yang baik juga. Pengembangan karir yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan semangat kerja yang rendah dan keinginan pegawai untuk keluar dari suatu organisasi atau instansi lebih tinggi((((. Kebutuhan dan keinginan yang positif dalam diri pegawai merupakan pendorong utama untuk mengembangkan karir mereka dan menghasilkan semangat kerja. Sehingga dapat mencegah timbulnya hal-hal yang merugikan dan mengganggu jalannya kegiatan operasional organisasi atau instansi. Oleh karena itu penting bagi organisasi untuk mewujudkan tujuan pegawai selain tujuannya sendiri, sebab apabila tujuan pegawai terpenuhi akan lebih mudah bagi organisasi atau instansi untuk mencapai tujuannya.
Segala puji hanya kepada Allah SWT yang selalu memberi penulis kesempatan dan kemudahan sehingga dapat menyelesaikan buju ajar ini sesuai dengan waktu yang ditentukan. Tanpa pertolongan dari-Nya tentunya penulis tidak dapat ...
Suatu Studi Kasus Implementasi Akuntansi Perilaku (Behavioural Accounting)
Menarik pengalaman pandemi COVID-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun sejak 2020, “era disruptif” bidang kesehatan berdampak luar biasa pada berbagai sektor kegiatan. Di lingkungan bisnis, supply-chain banyak yang terputus dan situasi kerja mengalami perubahan drastis. Tidak sedikit rencana kerja perusahaan terdisrupsi sehingga pendapatan dan laba perusahaan menurun dan memaksa manajemen melakukan efisiensi di segala bidang, termasuk efisiensi beban operasional, pengaturan shift kerja, pengurangan jam kerja, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK), dan bahkan menutup bisnis secara permanen. Akan tetapi di sisi lain beberapa entitas bisnis tetap mampu bertahan dan bahkan kinerjanya meningkat. Salah satu dampak positif dari pandemi COVID-19 adalah perubahan budaya kerja manual, menjadi serba elektronik. Kecepatan beradaptasi dengan teknologi informasi dan perubahan pola kerja memerlukan ketangguhan sumber daya manusia (SDM) sebagai human capital organisasi dalam mengatasi berbagai perubahan eksternal.
... pengembangan ikatan stimulus atau respons dalam kaitannya dengan kondisi penguatan lingkungan yang tepat. Kondisi ... pelatihan ini, bawahan PENGARUH BUDAYA DALAM GAYA EVALUATIF ATASAN diarahkan ke hasil yang diinginkan manajmen atau ...
Hasil kepuasan dalam kerja maupun kinerja yang dihasilkan oleh karyawan sangat tergantung pada kemampuan seorang individu untuk mencapainya. Sebagaimana diketahui bahwa konflik peran (role conflict) terjadi jika karyawan mengalami perlakuan tidak konsisten sebagai akibat penerimaan tugas yang bertentangan dari berbagai pihak dan adanya ketidakkompakan perintah.
Hak-hak tertentu, tanggung jawab dan kemudahan berasal dari posisi seseorang. Bentuk lain dari struktur kekuasaan timbul karena sumber daya, pembuatan keputusan dan informasi (Gibson et al, 2004 : 488). Menurut Bell & Bodie (2012), ...