Sebanyak 9 item atau buku ditemukan

MODUL AJAR EKONOMI POLITIK

Pada abad ke 21 ini, siapa pun dosen atau tenaga pendidik yang akan menulis modul ajar di perguruan tinggi, pasti akan mengalami ketidak percayaan diri. Ada semacam keraguan dan kegelisahan ketika mencoba untuk memilih dan memasukkan imajinasi pemikirannya yang sekiranya layak dapat diterima dan dapat dipahami oleh para mahasiswanya yang mengambil mata kuliahnya tentang masalah-masalah pembangunan yang semakin komplek. Apalagi dengan tema pembangunan ekonomi politik sebagai isu strategis baru di dunia. Karena itu, penulis sadar bahwa belajar modul tentang pembangunan ekonomi politik akan berbeda maknanya dengan praktek-praktek pembangunan ekonomi politik di dunia nyata. Sehingga pada akhirnya, penulis hanya mampu menulis apa yang bisa di tulis sebagai wujud dari rasa memungkinkan apa yang diinginkan oleh masyarakat akademis di era digital sebagai model pendidikan revolusi industry 4.0 atau revolusi industry 5.0 yang menuntut adanya perubahan pencapaian tujuan pendidikan yang berorientasi pada output/outcome based education (OBE) yaitu teknologi. Modul ajar “Ekonomi Politik” ini pada awalnya dipersiapkan untuk modul pembelajaran mahasiswa program Distance Learning Universitas Brawijaya Program Studi Ilmu Administrasi Publik, bersamaan dengan modul lain dalam program belajar jarak jauh (BJJ) sebagai jenis pendidikan untuk melayani mahasiswa yang berada kerja di rumah atau di kantor (model daring dan home work), tetapi dia masih mampu dan bisa melakukan komunikasi dengan para dosen dan mahasiswa lainnya melalui komunikasi berbasis komputer, seperti: e-mail, forum virtual elektronik, videoconference, dan bentuk-bentuk lainnya. Oleh karena itu, modul ajar Ekonomi Politik ini sengaja disusun dengan 17 (tujuh belas) pokok bahasan untuk menyesuaikan dengan aturan Rencana Pengajaran Semester (RPS) yang sebenarnya hanya 16 (enam belas) kali tatap muka sebagai tradisi akademis yang berlaku umum dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Tentunya, penyajian materi pokok dalam modul ajar ini tidak akan pernah memuaskan para pembaca (khususnya bagi mahasiswa), namun langkah inilah yang dapat penulis lakukan sebagai posisi tengah untuk mengatasi dilemma dari keraguan dan kegelisahan tadi. Belajar modul adalah sebuah pilihan, pilihan tidak akan pernah berakhir, dan yang berakhir ketika kita mulai menghentikan untuk belajar. Mudah-mudahan dengan modul ajar ini, akan mengisi kekosongan karya anak bangsa mengenai buku teks yang sekarang ini dirasakan sudah mulai pudar dan sangat langka. Terima kasih, khususnya kepada Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang telah memprakarsai penulisan modul ajar untuk konsumsi para mahasiswa peserta didiknya, Selamat bekerja dan berkarya.

Oleh karena itu, modul ajar Ekonomi Politik ini sengaja disusun dengan 17 (tujuh belas) pokok bahasan untuk menyesuaikan dengan aturan Rencana Pengajaran Semester (RPS) yang sebenarnya hanya 16 (enam belas) kali tatap muka sebagai tradisi ...

Proliferasi Pemikiran Sosial Kritis

Buku Proliferasi Pemikiran Sosial Kritis merupakan respons atas dua gejala besar yang melanda Indonesia, yakni perkembangan masif diskursus dan praktik digital serta transformasi ekonomi-politik neoliberal. Alih-alih menawarkan cara pandang teknis dan instrumental, buku ini mencoba mendekati isu digital dan transisi rezim neoliberal di Indonesia dengan menggunakan lensa sosiologi kritis. Penggunaan cara pandang itu mengizinkan penulis memberikan uraian kritis tentang efek negatif dari revolusi digital dan perubahan neoliberal seperti kerentanan pekerja dan pengguna platform serta privatisasi layanan publik dan perampasan hak dasar warga negara. Berbekal perspektif tersebut, buku ini bermaksud menghadirkan cara pandang yang emansipatoris dan kritis agar semua pihak terdorong untuk berimajinasi memikirkan alternatif atas kondisi kritis, mewarnai wacana di ruang publik, dan bergerak secara nyata.

Buku Proliferasi Pemikiran Sosial Kritis merupakan respons atas dua gejala besar yang melanda Indonesia, yakni perkembangan masif diskursus dan praktik digital serta transformasi ekonomi-politik neoliberal.

Pertanian Organik

Solusi Pertanian Berkelanjutan

Penurunan kualitas lahan pertanian terutama karena kerusakan fisik dan kimiawi lahan serta penurunan keragaman hayati, memunculkan kekuatiran segolongan masyarakat akan terjadinya ketidakberlanjutan produksi pertanian akibat penerapan revolusi hijau. Inovasi teknologi budi daya pertanian khususnya padi sawah, sebagai upaya peningkatan produktivitas lahan melalui sistem pertanian yang berkelanjutan akhirnya mulai banyak diterapkan. Pertanian organik didefinisikan sebagai produksi tanaman, hewan, dan produk lainnya tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis dan pestisida, spesies transgenik, atau antibiotik dan steroid peningkat pertumbuhan, atau bahan kimia lainnya. Pertanian organik dinilai sebagai sistem pertanian yang mampu menyediakan ketersediaan pangan secara berkelanjutan karena ramah lingkungan. Pertanian organik bukan hanya tren, tetapi adalah gaya hidup berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat penting. Pertanian organik tidak identik dengan pertanian tradisional. Dalam menjalankan pertanian organik dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Di buku ini dipaparkan berbagai kontribusi pemikiran dari pakar Fakultas Pertanian UGM dari segi budi daya, tanah, pengelolaan tanah dan perlindungan tanaman dalam rangka mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Pertanian organik bukan hanya tren, tetapi adalah gaya hidup berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat penting. Pertanian organik tidak identik dengan pertanian tradisional.

Proliferasi Pemikiran Sosial Kritis

Volume 3

Buku Proliferasi Pemikiran Sosial Kritis merupakan respons atas dua gejala besar yang melanda Indonesia, yakni perkembangan masif diskursus dan praktik digital serta transformasi ekonomi-politik neoliberal. Alih-alih menawarkan cara pandang teknis dan instrumental, buku ini mencoba mendekati isu digital dan transisi rezim neoliberal di Indonesia dengan menggunakan lensa sosiologi kritis. Penggunaan cara pandang itu mengizinkan penulis memberikan uraian kritis tentang efek negatif dari revolusi digital dan perubahan neoliberal seperti kerentanan pekerja dan pengguna platform serta privatisasi layanan publik dan perampasan hak dasar warga negara. Berbekal perspektif tersebut, buku ini bermaksud menghadirkan cara pandang yang emansipatoris dan kritis agar semua pihak terdorong untuk berimajinasi memikirkan alternatif atas kondisi kritis, mewarnai wacana di ruang publik, dan bergerak secara nyata.

Buku Proliferasi Pemikiran Sosial Kritis merupakan respons atas dua gejala besar yang melanda Indonesia, yakni perkembangan masif diskursus dan praktik digital serta transformasi ekonomi-politik neoliberal.

Bubu, Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Judul : Bubu, Alat Tangkap Ramah Lingkungan Penulis : Silvi Afriyansih, S.Pi Dr. Sudirman Adibrata, ST., M.Si M. Rizza Muftiadi, S.Si., M.Si Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 68 Halaman ISBN : 978-623-497-558-1 Sinopsis Bubu begitu masyarakat Belitung menyebutnya yang digunakan untuk menangkap ikan. Bubu merupakan alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan dengan ukuran yang bervariasi. Untuk pembuatannya, bubu dibuat berdasarkan kepentingan dan kebutuhan nelayan. Buku ini mengulas mengenai bubu sebagai alat tangkat non selektig, artinya semua ikan dapat terperangkap kedalam bubu. Alat tangkap ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan harga tangakap ikan yang bersaing di pasar. Bentuknya akan berbeda satu dengan yang lainnya seperti bujur sangkar, segitiga memanjang, silinder, trapesium, gendang, setengah silinder, segi banyak dan bulat setangah lingkaran yagn sangat tergantung pemesanan atau tempat pembuatannya. Alat tangkap ini bersifat pasif sehingga tidak akan merusak ekosistem laut seperti ekosistem terumbu karang karena sistem kerjanya hanya mengandalkan ikan-ikan yang terperangkap masuk kedalam bubu.

Judul : Bubu, Alat Tangkap Ramah Lingkungan Penulis : Silvi Afriyansih, S.Pi Dr. Sudirman Adibrata, ST., M.Si M. Rizza Muftiadi, S.Si., M.Si Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 68 Halaman ISBN : 978-623-497-558-1 Sinopsis Bubu begitu masyarakat ...

War, Nationalism and Peasants: Java Under the Japanese Occupation, 1942-45

Java Under the Japanese Occupation, 1942-45

A comprehensive analysis of the Japanese occupation of Java. The book explores the human drama that cannot be simply explained in terms of nationalism and fascism. The totality of Indonesian society is addressed, including the politics and daily lives of peasants. The proper role of government in the US economy has long been the subject of ideological dispute. This study of industrial policy as practised by administration after administration, explores the variations from a hands-off approach to protectionist policies and aggressive support for businesses.

A comprehensive analysis of the Japanese occupation of Java. The book explores the human drama that cannot be simply explained in terms of nationalism and fascism.

Reaksi Polimerisasi Koordinasi

Buku reaksi polimerisasi koordinasi ini menyajikan materi reaksi polimerisasi koordinasi secara rinci dengan bahasa yang sederhana. Pembahasan yang diberikan meliputi teks, gambar, dan video. Pembahasan reaksi polimerisasi koordinasi meliputi sejarah, monomer, katalis, mekanisme, dan faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi polimerisasi koordinasi. Reaksi polimerisasi koordinasi berkembang dengan pesat dan menjadi tumpuan industri polimer. Perkembangan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap produk hasil polimerisasi koordinasi yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap reaksi polimerisasi koordinasi, khususnya dalam polimerisasi koordinasi olefin.

Buku reaksi polimerisasi koordinasi ini menyajikan materi reaksi polimerisasi koordinasi secara rinci dengan bahasa yang sederhana.

Engineering Asset Management

(Pengantar Manajemen Aset Industri berbasis ISO 55000)

buku ajar manajemen aset

buku ajar manajemen aset

Pengaruh politisasi sara terhadap partisipasi masyarakat mengikuti pilpres 2019

Buku ini membahas tentang masalah SARA yang akhir-akhir ini mencuat terutama menjelang momentum pilpres 2019. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana peran Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia, sebagai dasar negara dan Ideologi nasional, dan sebagai sumber rujukan dan inspirasi bagi upaya menjawab tantangan kehidupan bangsa termasuk dalam menjawab persoalan SARA. Dilengkapi dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, semoga kehadiran buku ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

... memberikan suaranya, apakah masyarakat diberikan akses atau kemudahan dalam memilih serta apakah masyarakat dapat memilih pemimpin yang benarbenar berkualitas yang didasarkan pada keyakinan dan keperayaan pada calon yang ia pilih.