Sebanyak 4373 item atau buku ditemukan

Konsepku Membangun Bangso Batak

Manusia, Agama, dan Budaya

Patut dicatat memang, sejak sekitar tahun 1980-an khususnya HKBP, prestasinya dalam penginjilan tidak lagi bersinar. Mereka seakan melemah dalam penginjilannya, karena berbagai alasan, antara lain: a. Kepemimpinan yang rapuh. b. Kebersamaan yang tidak utuh. c. Fokus pelayanan tidak merata dan gamang. d. Daya kreasi dalam metode serta sistem pelayanan yang monoton ketinggalan dibandingkan dengan sistem yang dipergunakan denominasi lainnya. e. Tantangan masa dan zaman dalam globalisasi yang tidak dijawab secara tepat dan benar. f. Layanan para pendeta dan pimpinan gereja ada yang kurang berkenan bagi warga sendiri. g. Warga mempunyai pilihan secara bebas tentang gereja dan kebaktian di mana mereka ikut berbaur dan menyatu. Momentum peringatan 150 tahun HKBP tahun 2011, kiranya menjadi salah satu momen khusus bagi HKBP secara menyeluruh, pengurus dan warganya, untuk kembali merenung serta mengkaji berbagai hal yang dinikmati masa lalu dan dipergumulkan selama ini. (Ev. John B.Pasaribu Ph.D) . Pelayanan sosial Elim HKBP sifatnya adalah humanis universal. Artinya membantu manusia untuk tetap hidup sebagai manusia yang bermartabat. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk turut hidup meramaikan dunia ini. Sebagai lembaga yang didirikan oleh satu gereja berbasis etnis Batak, tentunya landasan kulturalnya sangat kuat, yakni budaya Batak. Di dalam kebudayaan Batak pada umumnya ada filosofi yang kuat untuk saling membantu sesama mereka. Salah satu filosofi itu ialah saling membantu, saling gotong royong. Ungkapan yang kuat milik orang Batak, terutama Toba ialah si sada anak, si sada boru. Si sada lungun si sada las ni roha. Artinya kepemilikan kolektif.

... Pengendalian hama bisa dilakukan dengan menggunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian ...

Jurnal Bali Membangun Bali volume 2 nomor 2 Agustus 2021

Wacana-wacana Pascawacana Pandemi Covid-19 Covid-19 (coronavirus disease of 2019) sebagai sebuah pandemic global, yakni suatu virus mematikan dan cepat menular yang tak kasat mata, sungguh memberi pelajaran teramat besar untuk segenap umat manusia di seluruh dunia. Sebagai provinsi yang 80% kehidupannya ditunjang industrialisasi pariwisata, Bali sangat terdampak secara negatif. Karenanya setelah masa satu tahun yang sangat melelahkan secara fisik-kesehatan, ekonomi, dan sosial-budaya bagi masyarakat Bali sepanjang 2020, 2021 adalah masa memulai menata-ulang sendiri-sendi perekonomian dan kehidupan dengan penerapan protocol kesehatan ketat dalam suatu era yang disebut kenormalan baru (new normal). Dengan telah berlalunya separuh 2021, Jurnal Bali Membangun Bali melalui edisi teranyar ini ikut membangun wacana-wacana setelah wacana pandemic tersebut mendominasi. Di antaranya adalah tentang ruang terbuka (open space), kota sehat, dan estetika desain interior. Maka yang terpenting kemudian adalah membicarakan what next (apa yang menjadi kelanjutan) pascawacana pandemic Corona ini. Bahkan artikel terakhir yang tidak berisi kata “pandemi” atau “Covid-19” atau “new normal” di judulnya sekali pun nyata masih terkait dengan pandemi menakutkan ini sebagai sebuah bencana, dalam hal ini bencana non-alam dan bencana sosial. Menjelang persiapan-persiapannya menuju terakreditasi Sinta (Science and Techology Index) 2022, JBMB mengemas seluruh wacana dimaksud dari pilihan-pilihan artikel ilmiah yang masuk untuk edisi Agustus (Volume 2 Nomor 2) ini. Seperti biasa, enam tulisan yang tampil adalah (1) “Impacts of Bali Tourism Performance Decline due to Covid-19 Pandemic” dari Putu Sri Ronita Dewi; (2) “Covid-19 Pandemic and the Green Open Space Concept of Balinese Traditional Community” dari I Made Jayadi Waisnawa; (3) “Desain Interior Bali Modern untuk Fasilitas Pariwisata Pascapandemi Covid-19” dari I Kadek Dwi Noorwatha; (4) “Kesiapan Kota Denpasar dalam Mewujudkan Kota Sehat pada Era Kenormalan Baru” dari Dimas Indo Saputro; (5) “Temperature Comparison of Denpasar City Land Surface before and during the Covid-19 Pandemic” dari Rizki Cholik Zulkarnain; dan (6) “Kriteria Penentuan Kawasan Evakuasi Bencana Non-Alam dan Bencana Sosial sebagai Upaya Mitigasi” dari Ngakan Gede Ananda Prawira. Seperti biasa, 50% artikel terbit secara konsisten dalam bahasa Inggris. Ini tidak lain adalah strategi JBMB untuk mengglobalkan jurnal. Jurnal yang bagus adalah jurnal yang dibaca dan berterima secara global. Dengan tampilnya artikel-artikel yang cenderung actual (terkini) berdasarkan fakta atau fenomena yang benar-benar terjadi saat ini dan sedang menjadi kecenderungan kebutuhan masyarakat, JBMB kiranya memiliki nilai lebih untuk dijadikan modal bagi keberhasilan proses akreditasi SINTA-nya nanti.

... pengendalian COVID-19 di lingkungan kerja perkantoran dan industri dimulai dari tempat kerja, pekerja, pimpinan serta kebijakan manajemen tempat kerja. Bagi tempat kerja, pencegahan dan pengendalian COVID-19 melalui (1) pihak manajemen ...

Menuju Indonesia Makmur yang Berkeadilan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan Melaksanakan Nilai-Nilai Agama dalam Keragaman Agama (Dua Puluh Dua Tahap Membangun Negeri)

Pembahasan mengenai reformasi birokrasi dan pembinaan aparatur negara mendapat porsi pembahasan terbesar. Birokrasi diibaratkan sebagai kendaraan yang digunakan menuju tujuan perjalanan. Apabila kendaraan mengalami kerusakan dan kelambatan kinerja, tentunya segala tujuan yang telah direncanakan tidak akan tercapai semestinya. Pembahasan terkait kepegawaian mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 43 tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian, dan belum mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, hal tersebut disebabkan penyusunan buku ini dilakukan sebelum 17 Agustus 2011 (sebelum berlakunya UU Nomor 5 Tahun 2014). Namun, di sisi yang lain, beberapa isu yang mengemuka dalam ranah rancangan legislasi nasional dan belum diundangkan, penulis menuliskannya sebagai bagian dari isu yang diadopsi dalam buku ini.

... Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Nasional. 12. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) seharusnya dilebur di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 13. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) seharusnya dilebur di bawah Menteri ...

Kiat Menulis Artikel di Media

Dari Pemula Sampai Mahir

Buku tentang ‘kiat menulis’ dan ‘seni menulis’ ini mencoba memperbincangkan banyak hal di sekitar dunia tulis menulis dan karang mengarang. Atau lebih luas lagi berusaha mendialogkan dunia ide, gagasan, dan tulisan, secara cukup intens. Dengan menulis, seseorang akan punya sumbangsih bagi (masa depan) kemanusiaan, juga dengan menulis seseorang akan bisa mandiri.

... sukses, meskipun pendidikan formalnya tidak terlalu tinggi, bahkan rendah. DZawawi Imron, seorang penyair ternama misalnya, pendidikan formalnya hanya sampai SD. Emha Ainun Nadjib, seorang esais dan penyair yang produktif, riwayat ...